Bercocok Tanam Cabai dalam Polybag


Waralabakan - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Seperti awal tahun 2017 ini di mana nilai jual cabai melambung tinggi daripada tahun sebelumnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah terjadinya kelangkaan. Hal ini dijadikan alasan beberapa orang untuk membudiayakan tanaman ini baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dijual.

Sayangnya bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, ketersedian lahan untuk bercocok tanam menjadi persoalan. Hal ini bisa saja disiasati dengan menanam cabai dalam pot atau polybag.

Cara menanam cabai dalam pot atau polybag cukup sederhana untuk dilakukan. Menanam cabai bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 C, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih tinggi dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabai kerting. Varietas cabai ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan paling banyak diminati di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.

 

Pemilihan benih

Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida hingga varietas lokal. Tidak banyak perbedaan cara menanam cabai lokal dan hibrida, hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Kudus, Rembang, hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.

Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benih cabai ini dijual dalam kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana dan anti ribet dibanding cara menanam cabai hibrida. cabai lokal juga lebih adaptif dengan kondisi lingkungan jika dibanding cabai hibrida, hanya saja produktivitasnya masih kalah dari hibrida.

 

Penyemaian benih

Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit hingga cukup matang untuk ditanam di tempat yang lebih besar/luas.

Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), baki (tray) persemaian, daun pisang, atau petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butir tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai ke dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Selanjutnya, tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah.

Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, jangan lupa untuk membuka karung goni. Akan lebih baik jika petakan ditudungi dengan plastik transparan guna melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih dan terpaan air hujan secara langsung. Bibit tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau jika tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


cara menanam cabai dalam polybag

 

Penyiapan media tanam

Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, agar media tanam cukup kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, bisa juga menggunakan pot dari jenis plastik, tanah, semen,  atau keramik. Beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag bisa menggunakan media tanam misalnya dari campuran tanah, pupuk kandang, kompossekam padi, dan arang sekam. 

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah

(a) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1,

(b) Campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:1, atau

(c) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1.

Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. 

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok makan NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Juga lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan styrofoam, atau pecahan genteng. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman (jika bawah pot tidak dilubangi).

 

Pemindahan bibit

Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Akan lebih baik jika pekerjaan ini dilakukan di pagi hari atau sore hari, di mana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

 

Pemeliharaan dan perawatan

Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Apabila ingin menanam cabai secara organik, sebagai gantinya dapat menggunakan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman hendak berbuah.

Penyiraman, tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Namun jika matahari bersinar terik, siramlah tanaman cabai setiap hari.

Pengajiran, setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.

Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam. Lakukan perompesan setidaknya tiga kali hingga terbentuknya cabang. Hal ini dimaksudkan agar tanaman tidak tumbuh ke samping ketika batang belum terlalu kuat menopangnya.

Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit, misal terlihat adanya hama putih. Bila terlihat ulat semprot dengan insektisida secukupnya. Lain lagi dengan jamur, gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.

 

cara menanam cabai

 

Pemanenan

Umur cabai dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan hidupnya. Masa panen terbaik adalah saat buah cabai belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabai masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar.

Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.

 

Tutorial cara menanam cabai ini cocok diterapkan pada pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat.

 

 


sumber: http://alamtani.com/

Bagikan Artikel Ini

Tentang Kami

WaralabaKan.com adalah media promosi bagi para pengusaha waralaba/franschise di seluruh Indonesia.

 

Terdapat pula artikel seputar peluang usaha, ide bisnis, dan informasi lainnya terkait dunia bisnis dan kegiatan usaha.

 

Download Katalog Penawaran Iklan WaralabaKan

Artikel Terbaru

Peluang Usaha Terbaru

Media Partner

Berlangganan Berita

Berlangganan berita terbaru seputar WaralabaKan.com